Menyusun tarif ekspedisi berarti menghitung seluruh biaya per pengiriman, menambahkan margin yang wajar, lalu menguji angka itu ke pasar. Tanpa urutan yang jelas, banyak pemilik usaha menetapkan harga dengan meniru kompetitor dan baru sadar marginnya tipis setelah beberapa bulan berjalan.
Langkah-langkah di bawah bisa Anda ikuti untuk layanan reguler, kargo, maupun pengiriman khusus seperti barang mudah pecah.
1. Kumpulkan semua komponen biaya per pengiriman
Mulai dari biaya yang muncul setiap kali satu paket bergerak. Rinciannya biasanya mencakup bahan bakar, upah kurir atau driver, penyusutan kendaraan, sewa gudang, tenaga sortir, material kemasan, asuransi barang, dan biaya administrasi.
Biaya tetap seperti sewa gudang dan gaji staf kantor perlu dialokasikan ke setiap paket. Caranya, bagi total biaya tetap bulanan dengan perkiraan jumlah paket yang dikirim di bulan yang sama.
2. Hitung HPP per paket secara konsisten
HPP adalah jumlah biaya langsung dan tidak langsung yang menempel pada satu pengiriman. Pakai rumus yang sama setiap bulan agar angkanya bisa dibandingkan.
Untuk ekspedisi, berat yang ditagih sering berbeda dari berat asli karena ada perhitungan volumetrik. Pahami dasar perhitungan ini sebelum menetapkan tarif, karena paket ringan berukuran besar bisa memakan ruang kendaraan lebih banyak. Ulasan lengkapnya ada di cara menghitung berat volumetrik untuk pengiriman ekspedisi. Rincian metode penghitungan biaya per paket bisa Anda pelajari di panduan menghitung HPP jasa ekspedisi per paket.
3. Tentukan margin target berdasarkan jenis layanan
Pengiriman reguler dalam kota biasanya punya margin lebih tipis karena persaingan ketat. Layanan khusus, pengiriman same day, atau penanganan barang bernilai tinggi umumnya memberi ruang margin lebih lebar.
Tetapkan satu angka margin untuk tiap jenis layanan, misalnya persentase tertentu di atas HPP. Angka ini menjadi batas bawah saat Anda bernegosiasi dengan pelanggan korporat.
- Reguler antar kota: margin moderat, volumenya besar.
- Same day atau instan: margin lebih tinggi karena kecepatan jadi nilai jual.
- Kargo barang besar: margin menengah, perhatikan biaya bongkar muat.
- Barang khusus: margin tertinggi, tapi siapkan biaya penanganan tambahan.
4. Susun tarif bertingkat menurut berat dan jarak
Tarif tunggal untuk semua berat membuat paket berat mensubsidi paket ringan, atau sebaliknya. Buat tabel tarif dengan rentang berat dan zona jarak yang jelas.
Contoh struktur sederhana yang bisa Anda pakai:
| Rentang berat | Dalam kota | Antar kota |
|---|---|---|
| 0-2 kg | Tarif dasar | Tarif dasar + biaya antar |
| 3-10 kg | Tarif dasar + tambahan per kg | Tarif dasar + tambahan per kg |
| Di atas 10 kg | Hitung per kg penuh | Hitung per kg penuh |
Isi angka pada tabel setelah Anda menyelesaikan langkah pertama sampai ketiga.
5. Masukkan biaya risiko dan ketidakpastian
Pengiriman tidak selalu mulus. Ada paket yang harus dikembalikan, alamat salah, barang rusak, atau keterlambatan yang menuntut kompensasi. Sisihkan persentase kecil dari tarif untuk menutup kejadian seperti ini.
Kalau Anda belum punya data historis, mulai dengan asumsi konservatif dan evaluasi setiap tiga bulan. Biaya risiko yang tidak dihitung sejak awal akan menggerus margin di kemudian hari.
6. Bandingkan dengan tarif pasar di wilayah Anda
Cek tarif yang dipasang pesaing untuk rute dan berat yang sama. Anda tidak harus menjadi yang termurah. Yang penting, selisih harga Anda bisa dijelaskan oleh layanan yang diberikan, misalnya jemput paket, pelacakan real-time, atau jaminan ganti rugi.
Jika tarif Anda jauh di atas pasar, periksa apakah ada komponen biaya yang bisa ditekan. Efisiensi rute termasuk cara paling cepat menurunkan biaya per paket tanpa memotong kualitas. Pelajari caranya di cara menyusun rute pengiriman ekspedisi agar lebih hemat.
7. Uji tarif baru ke sebagian pelanggan sebelum berlaku menyeluruh
Terapkan tarif baru pada satu segmen dulu, misalnya pelanggan baru atau rute tertentu. Amati berapa banyak yang menerima, berapa yang menawar, dan berapa yang pindah ke kompetitor.
Kalau pelanggan bisnis mempertanyakan kenaikan tarif, jelaskan dari sisi nilai yang mereka dapat. Pemilik usaha biasanya lebih mudah menerima harga baru ketika memahami perhitungannya, termasuk saat mereka sendiri harus menyesuaikan harga produk seperti dijelaskan dalam panduan cara menentukan harga jual produk untuk bisnis kecil.
Saat bisnis Anda mulai beriklan untuk menjangkau pelanggan baru, pilih saluran yang sesuai anggaran. Perbandingan opsi jaringan iklan bisa dilihat di perbandingan jaringan iklan untuk blog.
Ringkasan
Tarif ekspedisi yang sehat lahir dari perhitungan biaya yang lengkap, margin yang ditetapkan sadar, dan pengujian ke pasar. Tujuh langkah di atas bisa diulang setiap kuartal ketika harga bahan bakar atau volume pengiriman berubah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah tarif ekspedisi harus sama untuk semua pelanggan?
Tidak. Pelanggan dengan volume besar atau kontrak jangka panjang umumnya mendapat tarif khusus. Yang penting, batas bawah margin tetap dijaga agar tidak ada pengiriman yang merugi.
Seberapa sering tarif perlu dievaluasi?
Evaluasi rutin setiap tiga bulan membantu Anda menangkap perubahan biaya bahan bakar, upah, dan harga pesaing. Evaluasi mendadak juga perlu dilakukan saat ada kenaikan biaya besar yang tidak terduga.
Bagaimana jika tarif sudah di bawah pesaing tapi pelanggan tetap menawar?
Periksa apakah masalahnya benar-benar harga atau ada faktor lain seperti kecepatan dan ketepatan waktu. Menjelaskan detail layanan sering lebih efektif daripada langsung menurunkan tarif.